JANGAN
sepelekan sakit gigi. Sebab jika dibiarkan, kerusakan gigi yang serius bisa
memicu timbulnya penyakit lain. Diabetes hanya satu dari banyak penyakit yang
bisa hadir akibat sakit gigi yang ditelantarkan.
Umum
diketahui bahwa penderita diabetes rata-rata mempunyai gangguan kesehatan gigi.
Hal itu diperkuat dengan studi penelitian di Amerika Serikat (AS) yang
menyatakan penderita kerusakan gigi kronis bisa menjadi pengidap penyakit
diabetes tipe 2. Ahli diabetes dan gigi di Inggris menyetujui hasil riset itu
walau perlu penelitian lebih dalam lagi.
Pada
kerusakan gigi yang parah, bakteri dapat masuk ke aliran darah dan mengganggu
sistem kekebalan tubuh. Sel sistem kekebalan tubuh yang rusak melepaskan
sejenis protein yang disebut cytokines. Cytokines inilah penyebab kerusakan sel
pankreas penghasil insulin, hormon yang memicu diabetes.
Penemuan
peneliti AS ini diumumkan saat simposium National Institute of Dental and
Craniofacial Research di Maryland. Dr. Anthony Iacopino, ahli gigi di Marquette
University School of Density, Wisconsin mengatakan bahwa di dalam pankreas, sel
yang bertanggung jawab sebagai penghasil insulin dirusak oleh kandungan
cytokines yang tinggi. Jika ini terjadi sekali saja, maka seseorang berpeluang
menderita diabetes tipe 2, walaupun orang itu sebelumnya dalam keadaan
sehat.
Menurut
Iacopino, tingginya kandungan kolesterol dari glukosa yang dibutuhkan tubuh
merupakan faktor utama pemicu risiko diabetes bagi orang yang mengalami
kerusakan gigi. Dan kolesterol rendah dapat menolong orang sehat untuk tidak
terserang problem gangguan gigi yang mampu memicu diabetes.
Untuk
itu, penderita diabetes sebaiknya mengikuti diet rendah kalori, rajin
mengonsumsi obat pengatur hormon insulin dan menjaga kesehatan gigi. Dan
alangkah baiknya jika orang sehat juga ikut menjaga kesehatan giginya agar
tidak berisiko terkena diabetes.
Radang
gusi adalah jenis penyakit gigi yang paling ringan, disebabkan oleh bakteri
dalam plak. Penyakit ini masih bisa disembuhkan, tapi jika disepelekan tanpa
perawatan lebih lanjut bisa berkembang menjadi penyakit gigi yang parah juga.
Plak yang menempel pada rongga antara gusi dan gigi mampu menimpulkan infeksi
dan menyebabkan kasus serius. Bahkan pada stadium tertentu, gigi harus dicabut.
Diabetes
merupakan kondisi di mana tubuh tidak mampu meregulasi kandungan glukosa.
Artinya, tekanan darah bisa menjadi sangat tinggi. Pengobatan dengan insulin
bisa membantu tubuh mengontrol jumlah glukosa pada aliran darah.
Pada
diabetes tipe 2, insulin diproduksi sangat sedikit sehingga tidak cukup
jumlahnya untuk keperluan tubuh manusia. Biasanya hal ini sangat berpengaruh
pada orang berusia di atas 40 tahun. Untuk mengatasinya dibutuhkan diet teratur
dan mengonsumsi pil atau suntikan reguler.
Juru
bicara British Dental Association (BDA) mengatakan bahwa segala yang terjadi
pada tubuh manusia selalu bisa dihubungkan dengan penyakit gangguan gigi. Maka
bukan tak mungkin bahwa diabetes hanya salah satu gangguan kesehatan yang ada
hubungannya dengan penyakit gigi. Ia juga menyarankan agar setiap orang
membiasakan menggosok gigi dua kali sehari dengan pasta gigi flouride serta
mengunjungi dokter gigi secara reguler.
Sumber :http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2002/02/1/kes04.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar